J-Pop Culture

Seorang Siswa di SMA New Hampshire Didapati Memiliki “Death Note” dan Membuat Situasi Sekolah Runyam

death note light

Seorang Siswa di SMA New Hampshire Didapati Memiliki “Death Note” dan Membuat Situasi Sekolah Runyam, Death Note, sebuah seri manga mahakarya yang dikarang oleh Tsugumi Ohba dan diilustrasikan oleh Takeshi Obata ini adalah sebuah manga fenomenal yang hampir dikenal disetiap negara.

Dalam cerita aslinya, Death Note mengisahkan tentang seorang remaja yang menemukan sebuah buku yang dapat membuat orang meninggal dengan segera dengan menuliskan nama dan penyebab kematian di buku tersebut.death note

Walaupun ini hanyalah sebuah kisah fiksi, sering kali orang orang menirukan dan membuat duplikasi dari “Death Note” ini di dunia nyata dan menuliskan nama target, seperti yang terjadi di New Hampshire, England berikut.

death note bahaya

Pengurus Sekolah di SMA Nashua Utara di New Hampshire saat ini tengah memutuskan bagaimana mendisiplinkan siswa setelah Buku “Death Note” itu ditemukan Jumat lalu, buku telah diisi dengan nama-nama 17 siswa, tanggal, waktu, dan penyebab kematian bagi siswa.

Pengurus sekolah mengatakan bahwa seorang siswa melapor telah setelah menemukan buku ini. Sekolah mengirim email dan menghubungi orang tua dari 17 siswa terkait Jumat lalu, tapi orang tua mengatakan bahwa beberapa siswa sebelumnya sudah tahu tentang buku tersebut, tapi tidak mengatakan apa-apa karena takut nama-nama mereka tertulis dalam buku ini. Beberapa orang tua menyatakan kecewa bahwa sekolah tidak memberitahu mereka tentang insiden itu secepatnya.

Inspektur Mark Conrad mengatakan pada hari Senin, “Kami tidak yakin anak-anak berada dalam bahaya di titik ini.” Dia menambahkan, “Kami tidak menemukan bukti ataupun rencana bahwa siswa (pelaku) berniat untuk menyakiti siswa yang telah dituliskan di buku

Menurut situs berita New Hampshire NH1, orang tua dari 17 siswa bertemu dengan  administrasi sekolah di balik pintu tertutup pada Selasa mengenai insiden tersebut.

death note 2

Conrad mengatakan pada hari Selasa bahwa pejabat sekolah “masih menyelidiki cara mendesiplinkan yang tepat bagi pelaku,” namun ia tidak mengutarakan cara mendesiplinan yang diputuskan dan tetap merahasiakannya. Sementara itu, pihak administrasi sekolah merahasiakan nama siswa, namun salah satu orang tua siswa mengatakan bahwa dia (pemilik Death Note) adalah seorang perempuan.

Sekolah Resmi mengatakan akan melanjutkan bekerja dengan orang tua untuk memastikan sampai situasi benar benar aman, dan memastikan sampai ada satupun murid yang menjadi korban setelah namanya ditulis didalam Death Note.

Berita ini sudah masuk Online News yangliputannya anda dapat lihat di wmur.com dalam format video

Sumber: ANN