J-Pop Culture

Video Dekumentasi ini Perlihatkan Bagaimana Kemandirian Anak Kecil Di Jepang

Video Dekumentasi ini Perlihatkan Bagaimana Kemandirian Anak Kecil Di Jepang, Sebagai sebuah refrensi, tentunya jika anda pernah menonton/membaca anime ataupun manga, anda pastinya menyadari “sebagaimana” berbedanya anak anak di jepang dengan anak anak di negeri kita (dan negara di luar jepang lainnya)

kemandirian anak jepang 8

Baru baru ini, Australian TV channel SBS 2 yang merupakan sebuah Chanel pertelevisian di Australia telah menayangkan sebuah acara khusus yang berjudulkan “Japan’s independent kids” yang membandingkan Anak di Jepang Vs Anak di Luar negeri (diluar jepang)

SBS 2 kemudian telah mengunggah video tersebut di YouTube untuk dapat disaksikan oleh khalayak banyak pada 7 september lalu

Didalam Video diatas, kita dapat menemui seorang gadis cilik berumur 7 Tahun bernama Noe Ando yang dijadikan obyek observasi ini.kemandirian anak jepang

Noe Ando yang masih dikategorikan kedalam kategori “anak anak” dan masih berada di bangku Sekolah Dasar ini mampu melakukan berbagai hal sendiri, seperti; Mandi sendiri, sikat gigi sendiri, keramas sendiri, dan berpakian sendiri. Ibunya, Satoko Ando (39 tahun) menambahkan dia (Noe) bisa melakukan kebanyakan pekerjaan rumah tangga dengan mandiri, “Aku pikir begitu” ucap ibunya

kemandirian anak jepang 4 kemandirian anak jepang 6

Karena perjalanan menuju sekolah begitu jauh, Noe Ando harus menaiki kereta. Noe berjalan menuju Yamanote line , Noe dengan berjalan kaki untuk sampai Stasiun Kereta di Shinjuku yang dikenal sebagai stasiun kereta tersibuk di dunia akan keramaian penggunanya, disampainya di Shinjuku, dia masih harus melalui beberapa rute kereta untuk sampai Chou line. Ibunya menambahkan dia anaknya tersebut “jika dia salah tersesat atau salah menaiki kereta, dia akan mengatasi hal itu dengan kemampuannya sendiri. Jika tidak, dia tidak mungkin dapat kembali ke rumah”

kemandirian anak jepang 5

kemandirian anak jepang 7

Kemudian di Scene selanjutnya dilanjutkan dengan perbedaan di Australia, dengan menjadikan Emily (10 tahun) sebagai sorotan di video ini, dibagian ini, Kesehariannya Emily dalam perjalanan ke sekolah selalu diantarkan dengan menggunakan mobil ayahnya, “Ini keren” Emily berpendapat

kemandirian anak jepang 2

Di sisi lain, Narator asal Australia ikut menambahkan, “Masyarakat kita mungkin menderita paranoia ( gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya)“, yang kemudian dilanjutkan “Di jepang mereka memiliki 5 kali jumlah penduduk daripada di Australia, namun memiliki kurang dari seperempat tingkat pembunuhan (dibanding australia)

kemandirian anak jepang 3

Itulah perbedaan kita dengan di jepang, rakyat kita yang saat ini masih berbangga dengan memiliki berbagai macam merk kendaraan dari berbagai jenis sebagai adu gengsi, namun di negara produksinya, mereka lebih memilih untuk berjalan kaki dan menaiki kereta untuk menuju ke tempat tujuan. Adapun dari mereka yang memiliki kendaraan pribadi seperti Mobil hanya mereka jadikan sebagai Hobi, bukan sebagai alat transportasi Utama, mengingat pajak dan biaya hidup di jepang terbilang tinggi

Namun mengingat tingkat penculikan anak/pembunuhan tidak jarang terjadi di Indonesia, akan lebih baik jika kita tidak memaksakan untuk menerapkan sistem yang telah digunakan di Jepang. Mereka ya mereka, Kita ya kita. Namun bukan berarti anda disarankan untuk berlomba lomba membeli berbagai macam kendaraan, setidaknya, cobalah untuk menggunakan sepeda untuk menuju tempat tujuan yang memiliki jarak yang terbilang dekat. Mungkin anda dapat membayangkan jika saja perlombaan gengsi masyarakat untuk membeli kendaraan pribadi sebagai transportasi utama

Sumber: YouTube/SBS2Australia